
Oleh Muhammad Avisena
Gina Afriani akan mencatatkan namanya di sejarah pendakian Indonesia sebagai perempuan Indonesia eprtama yang mencapai tujuh puncak gunung tertinggi di dunia. Bahkan dia menjadi pendaki termuda dalam ekspedisi seven summits yang baru pertama kalinya dilakukan oleh para pendaki di Indonesia pada April mendatang.
Gina bukan lahir dari keluarga pecinta alam, dulu juga dia menganggap bahwa para pecinta alam adalah orang-orang yang urakan. Namun dari ketidak sukaannya dengan para pecinta alamlah yang mengantarnya masuk ke organisasi pecinta alam terbesar se-Indonesia, Wanadri.
“Pada awalnya saya kurang respect sama dandanannya pecinta alam yang kadang selengean, karena ada hal itu saya pengen menyelami sebenarnya dunia kepecintaalaman itu seperti apa sih, dengan orang-orangnya yang berdandan seperti itu, awalnya itu. Kemudian wanadri buka, ternyata dunia pecinta alam itu nggak seperti yang saya bayangin. Awalnya, yang penuh dengan urakan ternyata itu nggak bener. Ternyata banyak hal positif yang bisa saya pelajari di dunia pecinta alam,” ceritanya.
Sebelum aktif di Wanadri, Gina sempat mengikuti kegiatan-kegiatan yang berbau militer. Sebut saja Resimen Mahasiswa (Menwa), Paskibra, atau bahkan Drum Band, semuanya pernah digelutinya. Menurutnya pendidikan di pecinta alam memang sangat berbeda dengan kegiatan yang dulu dia kerjakan.
“Di pecinta alam banyak hal positif yang bisa saya pelajari, dari cara menghargai alam, istilahnya saya bisa menghargai apa yang ada. Ketika saya pergi ke alam saya bisa lebih mensyukuri dan satu lagi yang lebih penting, dengan masuk saya ke dunia pecinta alam itu bisa meningkatkan kualitas hidup saya,” tuturnya meyakinkan.
Gadis kelahiran Sumedang, 5 April 1988 ini tidak pernah bermimpi kalau dia akan mengikuti ekspedisi seven summits, bahkan setelah dirinya menjadi pecinta alam. Namun kesempatan langka ini langsung diambilnya. Dia ingin membuktikan bahwa perempua pun bisa berprestasi.
“Saya nggak pernah bermimpi kalau saya bakalan ikut seven summits, bahkan setelah saya masuk pecinta alam. Setelah saya masuk wanadri itu saya banyak mendengar seven summits, tapi nggak terbesit sedikit pun kalau saya akan pergi ke sana. Basic saya dari atlit, saya biasa berprestasi dan saya haus berprestasi. Ketika saya berhenti dari dunia olahraga saya ingin melakukan hal yang berguna apalagi tercatat sebagai seven summiter atau sebagai atau wanita pertama. Saya lebih ke mana wanita Indonesia? Masa kita kalah sama pendaki-pendaki wanita, senior-senior saya. Yang muda-mudanya ke mana sih? Kita lebih pengen menjaring itu. Untuk impian sebenarnya saya tidak ada. Tapi pada saat mendapat tawaran, wah inilah jalan saya untuk bisa berprestasi, jalan saya untuk menuju mimpi saya supaya bisa terkabul,” tuturnya.
Gina dan lima orang pendaki lainnya akan mendaki 7 puncak gunung tertinggi di dunia antara lainĀ Ndugu-Ndugu/Cartenz Piramid di Papua (4.884 mdpl), Kilimanjaro di Tanzania (5.892 mdpl), Elbrus di Rusia (5.642 mdpl), Vinson Massif di Antartika (4.897 mdpl), McKinley di Alaska (6.194 mdpl), Aconcagua di Argentina (6.962 mdpl), dan Everest di Nepal (8.850 mdpl). Meminta izin ke kedua orangtua Gina bukan perkara yang mudah. Pro dan kotra masalah perkuliahan menjadi pertimbangan utama di keluarganya.
“Waktu saya pertama kali ditawarin oleh senor saya waktu itu, bagaimana kamu siap gak untuk seven summit? Terus saya bilang saya nggak bisa kalau saya jawab hari ini. Karena ini kan bukan ekspedisi kecil, ini ekspedisi yang besar. Jadi saya perluĀ untuk presentasi ke orang tua saya. Saya minta waktu dulu ke senior saya dua hari. Saya pulang dulu ke rumah, saya presentasi sama orang tua saya, saya bawa laptop, saya bawa semuanya, malem jam sembilan. Ibu saya nggak mau ngasih jawaban, tapi ayah saya bilang sepertinya kamu memang ditakdirkan untuk ikut organisasi-organisasi yang berlandaskan nasionalisme. Memang dari sma selalu seperti itu. Ayah saya lebih mengerti dan langsung menyetujui. Ketika beliau tahu perkuliahan saya terganggu sempet ada kontra sedikit, cuma saya berusaha keras untuk meyakinkan dan saya pikir itu cukup berhasil,” ujarnya.
Gina merupakan anggota termuada dalam ekspedisi yang akan membawa nama bangsa ini di kancah dunia. Saat ini Gina masih duduk di bangku perkuliahan di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Fakultas Olahraga dan Kesehatan Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olah Raga. Ekspedisi yang akan memakan waktu 2,5 tahun ini mu tidak mau membuat Gina menunda perkuliahannya.
“Saya harusnya tahun ini bisa lulus kuliah, dan menjadi perdebatan utama di keluarga saya tentang perkuliahan ini. Sampai saat ini keluarga saya tidak menyetujui untuk seven summits ini. Hanya kedua orang tua saya yang menjadi kekuatan saya, mereka yang bisa menyemangati saya untuk ikutan ini. Ya perkuliahan saya untuk semester ini didispensasi, saya masih bisa mengikuti perkuliahan masih bisa ujian, untuk ke depannya saya cuti dulu. Tapi saya tetap berusaha untuk bisa lulus,” jelasnya.
bgmn cara nya agar bisa seperti mba bsa mendaki 7 puncak dunia, sy terobsesi sekali.
Posted by Eq | April 20, 2010, 1:03 pmmaju terus Gina tuhan bersama orang pemberani.tunjukan pada dunia indonesia juga bisa.
Posted by randi tri herlambang | August 18, 2010, 3:25 pm