//
you're reading...
Uncategorized

Pendakian Seven Summits Butuhkan Rp 12 Miliar

Enam anggota Wanadri akan mulai mendaki 7 puncak tertinggi di dunia. Pendakian ini akan dimulai april nanti.

Bandung-Ekspedisi pendakian Seven Summits yang akan dilakukan oleh enam anggota Wanadri akan memakan dana sebanyak Rp 12 Miliar. Pendakian yang akan mulai dilaksanakan pada awal april nanti akan berlangsung selama 2,5 tahun. Demikian diungkapkan Ketua Umum Wanadri Darmanto di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Perintis Kemerdekaan No. 5 Bandung, Sabtu Malam (27/3). Dalam acara silaturahmi keluarga besar Wanadri sekaligus menjadi pelepasan bagi tim pendakian Seven Summits tersebut, Darmanto mengatakan bahwa pendakian ini bertujuan untuk mengukir prestasi Indonesia di kancah pendakian dunia.

“Tujuan utamanya hanyalah indonesia ini belum tercantum ke dalam seven summits di dunia. Singapura saja, yang tidak punya gunung sudah tercantum. Kita punya satu, cartenz,” tuturnya.

Dalam acara ini pula Wanadri mensosialisasikan nama Ndugu-Ndugu nama asli yang selama ini lebih dikenal sebagai Cartenz Piramid, salah satu gunung tertinggi dunia yang terletak di Indonesia. Darmanto menyatakan bahwa persiapan ini sudah dilakukan sejak setengah tahun terakhir.

“Persiapannya sudah setengah tahun kemarin, mulai efektif tiga bulan terakhir. Dari mulai pencarian dana, pelatihan, rescue dan sebagainya sudah kita lakukan. Masalah gizi, masalah kesehatan kita dengan Fakultas Kedoketran Unpad, ada penelitiannya. Ada referensi dari kita nantinya bahwa pendaki tropis bisa mencapai puncak es,” terangnya.

Ndugu-ndugu akan dijadikan titik awal pendakian sekaligus tempat latihan para tim ekspedisi. Dalam pendakian ini tujuh puncak tertinggi tersebut adalah Ndugu-Ndugu di Papua (4.884 mdpl), Kilimanjaro di Tanzania (5.892 mdpl), Elbrus di Rusia (5.642 mdpl), Vinson Massif di Antartika (4.897 mdpl), McKinley di Alaska (6.194 mdpl), Aconcagua di Argentina (6.962 mdpl), dan Everest di Nepal (8.850 mdpl).

” Cartenz itu sebagai titik awal kita untuk latihan. Kita kan di sana lama ya, satu bulan. Dalam sebulan itu selain kita untuk mencapai puncaknya kita juga latihan persiapan untuk menuju gunung-gunung selanjutnya yang notabenenya gunung es dan salju. Sedangkan di Indonesia sendiri kan gunung-gunung yang ada saljunya kan hanya di Cartenz itu. Jadi intinya tahapan-tahapan tiap gunung itu juga merupakan tahapan-tahapan latihan untuk menuju puncaknya itu ,Everest,” ungkap salah satu anggota tim ekspedisi Gina Afriani.

Ketua Tim Ekspedisi yaitu Mantan Panglima TNI Jendral (Purn) Endriartono Sutarto mengatakan bahwa pendakian ini merupakan ekspedisi yang membawa nama bangsa Indonesia. Dengan adanya ekspedisi ini membuktikan bahwa Indonesia juga masih bisa berprestasi.

“Ekspedisi ini bukan hanya milik Wanadri, tapi juga perwakilan Indonesia agar bisa berprestasi di tingkat dunia,” katanya.

Advertisement

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.