//
you're reading...
Uncategorized

Hujan Bandung Bukan Hujan Biasa

Patung pemain bola di pertigaan veteran sudah menunjukan gejala korosi akibat hujan asam di Bandung

Oleh Muhammad Avisena

Enam belas tahun lalu seorang anak SD di sebuah kota kecil membaca buku pelajarannya, pelajaran IPA.  Di halaman yang dia baca tertera pembahasan mengenai hujan asam. Dia tidak bisa membayangkan sebenarnya apa yang namanya hujan asam itu.  Apakah hujan asam ini bahan utama terbuatnya sayur asam? Sayur kesukaannya waktu itu, ataukah apa? Tapi dia tahu, dia tidak suka hujan asam. Walaupun dia tidak tahu apakah akibatnya jika dia terkena hujan asam. Yang dia tahu, ketika air hujan menghujaninya, dia pasti akan basah.

Anak itu memang benar, hujan akan membasahi semua yang terkena olehnya. Namun di kota besar, dengan keadaan udara yang jauh berbeda dari enam belas tahun lalu, hujan yang sangat mungkin berupa hujan asam, mempunyai akibat yang cukup berbahaya. Jika terlalu sering terena hujan asam, jembatan besi pun mungkin rubuh, tanaman pangan pun akan mati. Manusia akan kekurangan bahan pangan. Seperti di Bandung misalnya.

Hujan yang tiap hari mengguyur kota Bandung bukan lagi hujan normal. Dengan ph di kisaran 5, hujan di kota Bandung sudah masuk ke kategori hujan asam.

Fenomena hujan asam memang tidak bisa kita lihat secara langsung, secara fisik, hujan asam memang tidak berbeda dengan hujan normal. Hanya saja hujan asam mempunyai dampak yang berbahaya. Di bandung kita bisa menyaksikan bahwa fenomena hujan asam memang sudah terjadi di kota ini. Patung-patung kota yang terbuat dari logam, seperti patung pemain bola di jalan Veteran sudah menunjukkan bintik-bintik kehijauan akibat dari asam yang terlarut dengan air hujan.

Tahun ini ph air hujan di Bandung sudah berada di kisaran 5. Demikian dikatakan Sumaryati peneliti Puslitbang  Pengetahuan Atmosfer Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Bandung. Hujan dikatakan asam ketika air hujan mempunyai keasaman kurang di bawah 5,6.

“Dikatakan hujan asam itu jika ph air hujan itu di bawah 5,6. Kalau istilah kimia secara umum larutan itu asam kalau phnya kurang dari 7. tapi kalau air hujan, dikatakan asam jika phnya di bawah 5,6. Di bawah itu maksudnya kurang dari 5,6,” jelasnya.

Air hujan dalam kondisi normal pun sebenarnya sudah termasuk dalam kondisi asam, namun keadaan itu masih merupakan kondisi alami. Oleh Sebab itu hujan dikategorikan asam ketika sudah berada di bawah angka 5,6. Hujan Di Bandung berkisar di ph 5.

“Dalam kondisi bersih pun air hujan itu di bawah 7 karena di atmosfir itu ada CO2, dan CO2 itu menyebabkan keasaman alami. Makanya yang faktor alami itu dihilangkan terus standarnya dari 5,6. Kalau di atas 5,6 itu dikatakan hujan normal,” ujar Sumaryati.

Peneliti Atmosfer LAPAN lainnya, Saipul Husni mengatakan bahwa hujan asam mempunyai dampak ke biota juga ke bangunan-bangunan, terutama yang mempunyai dasar logam. Hujan asam mempunyai sifat korosif, akan memunculkan karat terhadap besi dan logam lainnya.

“Seperti bangunan-bangunan, pernah lihat patung Persib, asam itu kan sifatnya korosif, itu yang perlu kita tekankan kalau asam itu sifatnya korosif, maka objek material yang terbuat dari besi dan turunannya seperti metal, dia akan terjadi korosi. Artinya terjadi karat. mungkin dalam waktu panjang jembatan yang terbuat dari besi akan menjadi berbahaya,” jelas Saipul.

Saipul juga mengatakan bahwa hujan asam akan mengganggu kehidupan biota seperti tumbuhan.

“Jadi misalkan daun-daun yang lebar jika terkena asamnya dia akan mati. Akan muncul bintik-bintik lama-lama mati.  Bayangkan kalau ini terjadi pada bidang pertanian kita. Sekian ribu hektar tanaman padi gagal panen,” tuturnya.

Perubahan yang sedikit demi sedikit menurut Saipul membuat kita tidak menyadari terjadinya perubahan besar ini. Polusi udara menjadi penyebab utama terjadinya hujan asam. Pada umunya hujan asam terjadi ketika hujan yang sudah berupa titik air yang jatuh ke bumi becampur dengan senyawa-senyawa asam yaitu polusi udara.

“Hujan asam itu terjadi ketika air hujan melarutkan senyawa-senyawa yang sifatnya asam, maka turunlah dia menjadi hujan asam. Kalau di atas awannya tuh nggak ada masalah. Begitu dia turun karena udara masih kotor, nempel ke air hujan. Hujan asam terjadi ketika sudah menjadi titik-titik air, bukan saat di awan. Polutan itu nggak ada yang tinggi-tinggi banget, ujarnya.

Hujan asam memang lebih sering terjadi di kota-kota besar, seperti Bandung. Saipul menekankan bahwa aktivitas di kota memang cenderung lebih berpotensi untuk terjadinya hujan asam. Penggunaan bahan bakar yang begitu banyak di kota besar, terutama bahan bakar fosil  yang membuat polusi udara penyebab hujan asam cenderung jauh banyak daripada di daerah pedesaan. Pabrik dan rumah tangga adalah pengguna bahan bakar tersebut.

“Cimahi, membakar 75 ton batu bara per hari, coba dihitung SO2nya. Tanpa teknologi tinggi tidak mungkin industri-industri kecil bisa menekan emisinya, contohnya”

Menurut Saipul penanganan masalah hujan asam memang tidak bisa melihat dari satu sisi saja. PErmasalahan yang kompleks, seperti pemerintahan, teknologi, bahan bakar, sistem transportasi ikut mempengaruhi perubahan-perubahan yang terjadi. Semua sisi terkait jika membicarakan permasalahan lingkungan.

Pemberian izin penggunaan batu bara yang begitu banyak seperti di Cimahi tadi memang bukan tanpa alasan. Saipul menduga bahwa pemerintah  tidak mempu memberikan energi yang cukup dalam dunia perindustrian. Sehingga pemerintah memberikan izin tersebut. Padahal resiko polusinya begitu besar. Menurutnya untuk mengurangi polusi penyebab huja asam, dari segi industri pemerintah harus menyediakan energi yang cukup yang ramah lingkungan. Penggunaan batu bara sebagai sumber energi merupakan hal yang sangat tidak bersih untuk lingkungan.

“Jadi intinya, pemerintah itu harus menyediakan energi yang cukup, yang berwawasan lingkungan. Energi listrik jangan lagi pakai batu bara, bisa dengan angin, air, dari matahari, atau nuklir sekalian. Sebenarnya nuklir itu bersih, cuma masyarakat itu sudah dikasih opini bahwa nuklir itu berbahaya. Nuklir itu secara lingkungan itu bersih,” jelasnya.”

Advertisement

Discussion

2 Responses to “Hujan Bandung Bukan Hujan Biasa”

  1. anak kecil itu lu sen?minum air kelapa dulu makanya.

    Posted by ical | June 10, 2011, 2:37 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.